Thursday, September 24, 2026

Tutorial Membuat Musik EDM Menggunakan FL Studio


Musik EDM (Electronic Dance Music) merupakan salah satu genre musik elektronik yang banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari hiburan, DJ, video YouTube, game, hingga konten media sosial. Musik EDM memiliki karakteristik berupa beat yang kuat, bass yang menonjol, melodi elektronik, serta struktur lagu yang mampu membangun energi dari bagian awal hingga klimaks.
Untuk membuat musik EDM, Anda tidak harus memiliki studio profesional dengan banyak perangkat keras. Dengan komputer atau laptop dan software DAW seperti FL Studio, siapa pun dapat mulai membuat musik elektronik dari rumah.
FL Studio menyediakan berbagai fitur yang dibutuhkan untuk membuat EDM, seperti Channel Rack, Piano Roll, Playlist, Mixer, plugin synthesizer, drum samples, automation, dan berbagai efek audio. Karena itu, FL Studio cukup populer di kalangan produser musik pemula maupun berpengalaman.
Pada artikel ini, kita akan membahas tutorial membuat musik EDM menggunakan FL Studio dari awal hingga proses mixing dan export.

Cara Membuat Musik EDM Menggunakan FL Studio Untuk Pemula

  1. Mengenal FL Studio untuk Membuat Musik EDM

    FL Studio adalah digital audio workstation atau DAW yang digunakan untuk membuat, merekam, mengedit, mengatur, dan melakukan mixing musik.
    Untuk membuat EDM, beberapa bagian FL Studio yang paling sering digunakan adalah :
    • Channel Rack untuk mengatur instrumen dan drum.
    • Piano Roll untuk membuat melodi, chord, dan bassline.
    • Playlist untuk menyusun seluruh bagian lagu.
    • Mixer untuk mengatur volume, efek, dan routing audio.
    • Browser untuk mencari sample, preset, dan file audio.
    • Plugin untuk menghasilkan suara seperti synth, bass, pad, dan lead.
    Sebelum mulai membuat lagu, sebaiknya Anda memahami fungsi dasar setiap bagian tersebut agar proses produksi menjadi lebih mudah.
  2. Menentukan Konsep dan Genre EDM

    EDM memiliki banyak subgenre. Setiap subgenre mempunyai karakter suara dan tempo yang berbeda.
    Beberapa jenis EDM yang dapat dijadikan referensi antara lain :
    • House
    • Future House
    • Progressive House
    • Electro House
    • Big Room
    • Future Bass
    • Dubstep
    • Trap EDM
    • Melodic EDM
    Jika Anda masih pemula, House atau Progressive House bisa menjadi pilihan yang relatif mudah untuk dipelajari karena struktur beat dan aransemennya cukup jelas.
    Tentukan terlebih dahulu karakter lagu yang ingin dibuat. Misalnya, Anda ingin membuat lagu EDM dengan suasana energik, gelap, santai, futuristik, atau emosional.
    Konsep ini akan memengaruhi pemilihan drum, chord, bass, synth, dan tempo.
  3. Menentukan BPM Lagu

    Langkah berikutnya adalah menentukan tempo atau BPM (Beats Per Minute).
    Tempo EDM biasanya berada pada kisaran tertentu tergantung subgenre yang digunakan. Sebagai contoh, Anda dapat mencoba :
    • House: sekitar 120–128 BPM
    • Progressive House: sekitar 120–128 BPM
    • Big Room: sekitar 126–130 BPM
    • Future Bass: sekitar 130–160 BPM
    • Dubstep: sekitar 140 BPM
    • EDM Trap: sekitar 130–150 BPM
    Untuk tutorial ini, kita dapat menggunakan 128 BPM sebagai titik awal.
    Di FL Studio, BPM dapat diubah melalui bagian tempo yang terdapat pada toolbar utama.
    Jangan terlalu fokus pada angka BPM. Yang lebih penting adalah apakah tempo tersebut sesuai dengan karakter musik yang ingin dibuat.
  4. Membuat Drum Pattern

    Drum merupakan salah satu elemen terpenting dalam musik EDM. Beat yang kuat akan membuat lagu terdengar lebih energik dan cocok untuk musik dansa.
    Mulailah dengan membuat pola kick drum.
    Pada musik EDM seperti House, pola kick yang umum adalah four-on-the-floor, yaitu kick ditempatkan pada setiap ketukan utama dalam satu bar.
    Pola sederhananya :
    Kick – Kick – Kick – Kick
    Setelah kick, tambahkan clap atau snare pada ketukan tertentu. Kemudian tambahkan hi-hat untuk memberikan ritme yang lebih hidup.
    Contoh susunan dasar :
    • Kick pada setiap beat.
    • Clap atau snare pada beat 2 dan 4.
    • Closed hi-hat pada bagian offbeat.
    • Open hi-hat untuk memberikan variasi.
    Jangan langsung menggunakan terlalu banyak drum. Buat groove sederhana terlebih dahulu, kemudian tambahkan elemen tambahan setelah struktur utama sudah terbentuk.
  5. Membuat Chord Progression

    Setelah drum dasar selesai, langkah berikutnya adalah membuat chord progression.
    Chord dapat menjadi dasar harmonisasi lagu. Anda dapat menggunakan piano, synth, pad, atau instrumen elektronik lainnya.
    Untuk pemula, gunakan progression sederhana seperti :
    Am – F – C – G
    Progression tersebut dapat dimainkan menggunakan plugin piano atau synthesizer.
    Masukkan chord melalui Piano Roll FL Studio. Pastikan panjang setiap chord sesuai dengan tempo dan struktur beat.
    Anda tidak harus menggunakan progression tersebut secara persis. Cobalah beberapa kombinasi chord hingga menemukan suasana yang sesuai.
    Jika ingin membuat lagu yang terdengar lebih emosional, gunakan kombinasi minor dan major secara tepat.
  6. Membuat Bassline

    Bass berfungsi memberikan fondasi frekuensi rendah pada musik EDM.
    Bassline biasanya mengikuti root note dari chord yang digunakan. Jika chord menggunakan A, F, C, dan G, Anda dapat memulai bass dari nada-nada tersebut.
    Gunakan synthesizer dengan karakter bass yang sesuai.
    Untuk EDM, bass yang baik biasanya memiliki karakter :
    • Low-end yang kuat.
    • Tidak terlalu banyak frekuensi tinggi.
    • Tetap terdengar jelas.
    • Tidak bertabrakan dengan kick.
    Pada tahap awal, buat bassline sederhana. Jangan membuat terlalu banyak not karena dapat membuat bagian low-end terdengar berantakan.
  7. Membuat Lead Synth

    Lead merupakan salah satu elemen yang biasanya menjadi pusat perhatian dalam musik EDM.
    Lead dapat berupa melodi pendek, riff, atau motif yang terus muncul sepanjang lagu.
    Anda dapat menggunakan synthesizer bawaan FL Studio atau plugin synthesizer lainnya.
    Buat melodi berdasarkan chord progression yang sudah dibuat.
    Contohnya, jika chord menggunakan Am – F – C – G, buat melodi yang menggunakan nada-nada dari skala yang sesuai.
    Jangan membuat melodi terlalu rumit. Melodi sederhana tetapi mudah diingat sering kali lebih efektif daripada melodi yang terlalu banyak perubahan nada.
  8. Menambahkan Pad dan Atmosphere

    Agar lagu terdengar lebih luas, tambahkan pad atau atmospheric sound.
    Pad biasanya memiliki suara yang panjang dan lembut. Elemen ini dapat digunakan pada bagian intro, breakdown, maupun build-up.
    Anda juga dapat menambahkan :
    • Noise
    • Ambient sound
    • Texture
    • Reverb tail
    • Background synth
    • Vocal chop
    Namun, gunakan elemen tersebut secukupnya. Tujuannya adalah mengisi ruang dalam aransemen tanpa mengganggu elemen utama.
  9. Membuat Melodi dan Hook

    Salah satu tantangan dalam membuat EDM adalah menghasilkan hook yang menarik.
    Hook adalah bagian musik yang mudah dikenali dan diingat pendengar.
    Hook dapat berasal dari :
    • Lead synth.
    • Vocal chop.
    • Bass melody.
    • Chord progression.
    • Synth riff.
    Cobalah membuat motif pendek yang terdiri dari beberapa nada. Kemudian ulangi dengan sedikit variasi.
    Misalnya, sebuah melodi empat bar dapat digunakan sebagai dasar untuk bagian drop.
  10. Membuat Struktur Lagu EDM

    Setelah elemen musik tersedia, susun semuanya di Playlist FL Studio.
    Struktur EDM sederhana dapat berupa :
    Intro → Build-Up → Drop → Breakdown → Build-Up → Drop → Outro
    Contoh pembagian :
    Intro
    Bagian intro dapat berisi kick ringan, pad, efek, atau melodi sederhana.
    Build-Up
    Energi mulai meningkat. Tambahkan snare roll, riser, automation, dan elemen tambahan.
    Drop
    Ini merupakan bagian klimaks lagu. Kick, bass, lead, chord, dan elemen utama dimainkan secara penuh.
    Breakdown
    Energi diturunkan. Anda dapat mengurangi kick dan bass lalu memberikan ruang untuk melodi atau pad.
    Build-Up Kedua
    Energi kembali dinaikkan menuju drop berikutnya.
    Drop Kedua
    Anda dapat menggunakan elemen drop pertama dengan variasi tambahan agar tidak terdengar terlalu repetitif.
    Outro
    Elemen lagu dikurangi secara bertahap hingga lagu berakhir.
  11. Membuat Build-Up EDM

    Build-up sangat penting untuk menciptakan rasa penasaran sebelum drop.
    Beberapa teknik yang dapat digunakan antara lain :
    • Snare roll.
    • Increasing hi-hat.
    • Riser.
    • White noise.
    • Pitch automation.
    • Filter automation.
    • Volume automation.
    • Drum fill.
    Salah satu teknik sederhana adalah membuat snare semakin rapat.
    Awalnya snare dapat dimainkan setiap satu beat, kemudian setiap setengah beat, dan akhirnya semakin cepat menjelang drop.
    Pada saat terakhir sebelum drop, Anda dapat memberikan jeda singkat. Jeda tersebut membuat drop terasa lebih kuat ketika masuk.
  12. Membuat Drop yang Lebih Energik

    Drop adalah salah satu bagian terpenting dalam EDM.
    Pada bagian ini, elemen utama biasanya dimainkan secara bersamaan, seperti :
    • Kick.
    • Bass.
    • Lead.
    • Chord.
    • Percussion.
    • FX.
    Namun jangan memasukkan semua suara dengan volume maksimal.
    Drop yang kuat bukan berarti semua channel harus dibuat keras. Justru diperlukan pengaturan frekuensi dan dinamika agar setiap elemen mempunyai ruang.
    Pastikan kick dan bass tidak saling menutupi. Lead juga harus tetap terdengar jelas meskipun terdapat banyak elemen lainnya.
  13. Menggunakan Automation

    Automation merupakan fitur penting dalam produksi EDM.
    Automation memungkinkan parameter tertentu berubah secara otomatis mengikuti timeline lagu.
    Anda dapat melakukan automation pada :
    • Volume.
    • Filter cutoff.
    • Reverb.
    • Delay.
    • Panning.
    • Pitch.
    • Plugin parameters.
    Contohnya, Anda dapat membuat filter synth semakin terbuka selama build-up. Suara akan terasa semakin terang sebelum akhirnya masuk ke drop.
    Automation membuat aransemen terdengar lebih dinamis dan tidak monoton.
  14. Menambahkan Sound Effect

    Sound effect dapat digunakan untuk memperkuat transisi antarbagian lagu.
    Beberapa efek yang sering digunakan adalah :
    • Riser.
    • Downlifter.
    • Impact.
    • Sweep.
    • Explosion.
    • Reverse cymbal.
    • White noise.
    Gunakan efek tersebut pada titik transisi seperti sebelum drop atau ketika berpindah dari breakdown menuju build-up.
    Jangan menggunakan efek secara berlebihan karena dapat membuat lagu terdengar penuh dan mengganggu.
  15. Mengatur Routing di Mixer FL Studio

    Setelah arrangement selesai, lakukan routing instrumen ke Mixer.
    Kelompokkan channel sesuai fungsinya.
    Contohnya :
    • Kick → Drum Bus.
    • Clap → Drum Bus.
    • Hi-hat → Drum Bus.
    • Bass → Bass Channel.
    • Lead → Synth Channel.
    • Pad → Pad Channel.
    • FX → FX Channel.
    Dengan routing yang rapi, proses mixing akan jauh lebih mudah.
    Anda juga dapat membuat bus khusus untuk drum, synth, vocal, atau efek.
  16. Melakukan Mixing Dasar

    Mixing bertujuan membuat seluruh elemen terdengar seimbang.
    Mulailah dengan volume sebelum menggunakan terlalu banyak plugin.
    Atur kick dan bass sebagai fondasi utama. Kemudian masukkan elemen lain secara bertahap.
    Perhatikan beberapa hal berikut :
    • Jangan membuat master terlalu keras.
    • Hindari clipping.
    • Pastikan kick tetap jelas.
    • Bass tidak boleh menutupi kick.
    • Lead harus terdengar jelas.
    • Gunakan panning untuk elemen tertentu.
    • Gunakan reverb secara terkontrol.
    Jika mixing sudah seimbang, lagu akan terdengar lebih bersih meskipun menggunakan instrumen yang sederhana.
  17. Menggunakan EQ untuk Membersihkan Frekuensi

    EQ dapat digunakan untuk mengatur distribusi frekuensi.
    Sebagai contoh, suara yang tidak membutuhkan frekuensi bass dapat dikurangi frekuensi rendahnya menggunakan high-pass filter.
    Hal ini dapat membantu memberikan ruang bagi kick dan bass.
    Namun, jangan melakukan EQ hanya berdasarkan angka. Gunakan telinga dan bandingkan suara sebelum dan sesudah diproses.
    Jika setelah menggunakan EQ suara menjadi terlalu tipis atau kehilangan karakter, pengaturan tersebut mungkin terlalu agresif.
  18. Menggunakan Compression dan Sidechain

    Compression digunakan untuk mengontrol dinamika audio.
    Dalam EDM, salah satu teknik yang cukup populer adalah sidechain compression antara kick dan bass.
    Ketika kick berbunyi, volume bass sedikit diturunkan. Setelah kick selesai, bass kembali naik.
    Teknik ini dapat membantu kick terdengar lebih jelas dan menciptakan efek pumping yang menjadi karakter beberapa jenis EDM.
    Atur sidechain secara hati-hati. Jika terlalu kuat, volume bass akan turun secara berlebihan dan terdengar tidak natural.
  19. Mengecek Balance dan Master Channel

    Sebelum export, dengarkan lagu menggunakan beberapa perangkat berbeda.
    Cobalah menggunakan :
    • Headphone.
    • Earphone.
    • Speaker komputer.
    • Speaker monitor jika tersedia.
    • Perangkat mobile.
    Tujuannya untuk mengetahui apakah hasil mixing tetap terdengar seimbang.
    Periksa juga meter pada master channel. Hindari clipping dan level yang terlalu tinggi.
    Jangan menganggap musik yang paling keras otomatis menjadi musik yang paling bagus. Kualitas mixing, balance, dan dinamika jauh lebih penting.
  20. Melakukan Export Musik EDM

    Setelah semua proses selesai, Anda dapat melakukan export melalui menu File > Export di FL Studio.
    Format yang dapat dipilih tergantung kebutuhan.
    Untuk menyimpan versi berkualitas tinggi, format WAV dapat digunakan. Sementara MP3 dapat digunakan untuk kebutuhan distribusi yang membutuhkan ukuran file lebih kecil.
    Sebelum export, pastikan :
    • Tidak ada channel yang mengalami clipping.
    • Semua bagian lagu sudah tersusun.
    • Automation berjalan dengan benar.
    • Tidak ada sample yang hilang.
    • Intro dan outro sudah sesuai.
    • Master channel terdengar bersih.
    Dengarkan kembali hasil export dari awal sampai akhir untuk memastikan tidak ada masalah.

Tips Membuat Musik EDM agar Terdengar Lebih Profesional

Membuat musik EDM tidak hanya membutuhkan kemampuan menggunakan FL Studio. Anda juga perlu mengembangkan kemampuan mendengarkan dan memahami struktur musik.
Beberapa tips yang dapat diterapkan adalah :

Gunakan Reference Track

Pilih beberapa lagu EDM yang memiliki karakter suara mirip dengan musik yang sedang dibuat. Gunakan sebagai referensi untuk membandingkan arrangement, volume, bass, dan karakter suara.

Jangan Terlalu Banyak Plugin

Plugin yang banyak tidak otomatis menghasilkan musik yang lebih bagus. Fokus pada sound selection dan arrangement.

Buat Arrangement Terlebih Dahulu

Jangan menghabiskan terlalu banyak waktu menyempurnakan satu synth sementara struktur lagu belum selesai.

Berikan Ruang pada Setiap Instrumen

Setiap suara harus memiliki fungsi. Jika dua instrumen mengisi frekuensi yang sama secara berlebihan, salah satunya mungkin perlu dikurangi atau diatur kembali.

Simpan Project Secara Berkala

Gunakan nama file yang jelas dan simpan beberapa versi project. Contohnya :
EDM_Project_01
EDM_Project_02
EDM_Project_Final
Cara ini dapat membantu menghindari kehilangan hasil kerja ketika terjadi kesalahan editing.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula

Ada beberapa kesalahan umum ketika baru belajar membuat musik EDM menggunakan FL Studio.
Pertama, menggunakan terlalu banyak suara. Pemula sering menganggap lagu akan semakin bagus jika memiliki banyak instrumen. Padahal terlalu banyak elemen dapat membuat mix terdengar penuh.
Kedua, membuat bass terlalu keras. Bass memang penting, tetapi jika terlalu dominan, kick dan elemen lainnya akan kehilangan ruang.
Ketiga, menggunakan terlalu banyak reverb. Reverb yang berlebihan dapat membuat suara terdengar jauh dan kurang jelas.
Keempat, terlalu sering mengganti plugin. Lebih baik menguasai beberapa plugin terlebih dahulu daripada memiliki banyak plugin tetapi tidak memahami cara menggunakannya.
Kelima, tidak memperhatikan arrangement. Musik EDM membutuhkan perubahan energi yang jelas agar pendengar tidak merasa bosan.

Kesimpulan

Tutorial membuat musik EDM menggunakan FL Studio pada dasarnya dapat dimulai dari proses yang sederhana. Anda tidak perlu langsung membuat lagu yang sangat kompleks. Mulailah dengan menentukan genre dan BPM, kemudian buat drum, chord, bassline, lead, dan elemen pendukung.
Setelah itu, susun lagu menjadi intro, build-up, drop, breakdown, dan outro. Gunakan automation untuk membangun energi, kemudian lanjutkan dengan proses mixing menggunakan Mixer FL Studio, EQ, compression, dan sidechain jika diperlukan.
Yang paling penting adalah terus berlatih. Kemampuan membuat musik tidak hanya berasal dari memahami software, tetapi juga dari kemampuan memilih suara, membuat melodi, menyusun arrangement, melakukan mixing, dan mendengarkan musik secara kritis.
Dengan latihan secara konsisten, FL Studio dapat menjadi alat yang sangat lengkap untuk membuat berbagai jenis musik EDM, bahkan hanya menggunakan komputer atau laptop di rumah.

Baca Juga :

FAQ: Tutorial Membuat Musik EDM Menggunakan FL Studio

Apakah FL Studio cocok untuk membuat musik EDM bagi pemula?

Ya. FL Studio cocok untuk pemula karena menyediakan Channel Rack, Piano Roll, Playlist, Mixer, synthesizer, dan berbagai efek yang dapat digunakan untuk membuat musik EDM dari awal hingga selesai.

Bagaimana cara membuat musik EDM menggunakan FL Studio?

Cara membuat musik EDM menggunakan FL Studio dapat dimulai dengan menentukan genre dan BPM, membuat drum pattern, chord progression, bassline, lead synth, kemudian menyusun arrangement seperti intro, build-up, drop, breakdown, dan outro sebelum melakukan mixing dan export.

Berapa BPM yang cocok untuk membuat musik EDM?

BPM musik EDM bergantung pada subgenre yang digunakan. Untuk pemula, sekitar 120–128 BPM merupakan titik awal yang baik untuk genre seperti House dan Progressive House.

Bagaimana cara membuat beat EDM di FL Studio?

Untuk membuat beat EDM di FL Studio, Anda dapat memulai dengan kick menggunakan pola four-on-the-floor, kemudian menambahkan clap atau snare, closed hi-hat, open hi-hat, dan percussion untuk membangun groove.

Bagaimana cara membuat bassline EDM di FL Studio?

Bassline EDM dapat dibuat menggunakan synthesizer dengan mengikuti root note dari chord progression. Pastikan bass tidak terlalu keras dan tidak bertabrakan dengan frekuensi kick agar low-end tetap bersih.

Bagaimana cara membuat chord progression untuk musik EDM?

Chord progression dapat dibuat melalui Piano Roll FL Studio menggunakan beberapa chord yang sesuai dengan skala lagu. Contohnya, progression Am–F–C–G dapat digunakan sebagai dasar untuk membuat melodi dan bassline.

Apa fungsi build-up dalam musik EDM?

Build-up digunakan untuk meningkatkan energi dan menciptakan ketegangan sebelum masuk ke drop. Teknik yang dapat digunakan antara lain snare roll, riser, white noise, automation filter, dan drum fill.

Bagaimana cara membuat drop EDM yang energik?

Drop EDM dapat dibuat dengan menggabungkan kick, bass, lead, chord, percussion, dan sound effect secara terkontrol. Setiap elemen harus memiliki ruang frekuensi agar drop terdengar kuat tetapi tetap jelas.

Apa fungsi sidechain compression pada musik EDM?

Sidechain compression dapat digunakan untuk membuat volume bass sedikit turun ketika kick berbunyi. Teknik ini memberikan ruang bagi kick dan dapat menghasilkan efek pumping yang umum digunakan dalam berbagai produksi EDM.

Apakah musik EDM bisa dibuat hanya menggunakan laptop dan FL Studio?

Ya. Musik EDM dapat dibuat menggunakan laptop atau komputer dan FL Studio tanpa harus memiliki studio musik profesional. Sample, synthesizer, efek, dan fitur bawaan FL Studio sudah cukup untuk memulai produksi musik.

Bagaimana cara mixing musik EDM di FL Studio?

Mixing EDM dapat dimulai dengan mengatur volume setiap channel, melakukan routing ke Mixer, menggunakan EQ untuk membersihkan frekuensi, compression untuk mengontrol dinamika, serta sidechain jika diperlukan agar kick dan bass tidak saling bertabrakan.

Format apa yang sebaiknya digunakan untuk export musik EDM dari FL Studio?

WAV cocok digunakan untuk menyimpan hasil dengan kualitas audio tinggi, sedangkan MP3 lebih praktis untuk distribusi dengan ukuran file yang lebih kecil. Pilihan format sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan musik.
Show comments
Hide comments
No comments:
Write komentar

Dapatkan Update Artikel Terbaru Via Email